Bagaimana Harusnya Menjadi Mahasiswa?

Bismillah,

Di tulisan pertama ini, aku ingin berbagi kisah tentang pengalaman hidup seorang mahasiswa yang ku kenal di masa kuliahnya dan bahkan hingga saat ini.

Dimana kisah ini mengajarkan kepadaku bagaimana seharusnya aku berbuat ketika menjadi seorang mahasiswa, dan barangkali ini akan menjadi tamparan yang keras (penggugah jiwa) juga bagi teman-teman pembaca yang hendak menjadi seorang mahasiswa yang lebih baik.

Sebagai seseorang yang pernah merasakan duduk di bangku kuliah (Alhamdulillah), aku dapat bercerita tentang beberapa hal yang ku alami, lihat dan dengarkan dari teman-temanku yang bercengkerama mengenai beberapa permasalahan yang menghampiri ketika menjadi seorang mahasiswa.

Katakanlah mulai dari dosen yang tidak mengenakkan (killer), kemudian tugas yang banyak dan sulit, tugas yang sangat mendesak, teman kelompok yang menjengkelkan, dan lain sebagainya yang menjadi bumbu kehidupan seorang mahasiswa (masalah percintaan mungkin di lain kesempatan).

Namun, tahukan teman?

Bahwa kita dahulunya masuk ke universitas dengan tujuan menghilangkan kebodohan yang ada pada diri kita?

Bahwa kita dahulunya masuk ke universitas dengan tujuan memperbaiki keadaan kita saat ini?

Bahwa kita dahulunya masuk ke universitas dengan tujuan untuk membahagiakan orang tua kita?

Dan banyak sekali alasan lain yang menjadi dasar kita menempuh pendidikan di bangku kuliah, yang mana hal itu tidak lain dan tidak bukan semata-mata adalah sebuah kebaikan yang hadir dari hati yang bersih.

Lantas, ketika tujuan awal yang begitu baiknya kita lakukan. Namun apa daya yang didapatkan malah berbagai macam permasalah yang semakin hari semakin mencekam, bahkan tak urungnya ada di antaranya bahkan memilih untuk mundur (berhenti kuliah).

Bukankah niat yang baik harusnya mengantarkan pada kebaikan pula?

Dengan demikian, marilah kita mencoba menelaah sedikit demi sedikit apa yang selama ini kita lakukan, barangkali suatu hal yang tidak kita sadari sebagai sebab masalah demi masalah yang kita dapatkan.

Pertama,
Sebagai seorang Muslim, kita harus sadar dan meyakini bahwa Ilmu yang kita pelajari selama ini tidak lain dan tidak bukan hanya Allah yang dapat memberikannya. Bahkan bagaimanapun kita berusaha, jika Allah tidak menghendaki kita paham, maka siapa lagi yang mampu untuk memberikan kita pemahaman?

Maka dari itu, sangat disayangkan sekali. Betapa banyaknya kita menginginkan kebaikan sembari melakukan kemaksiatan kepada Allah ta’ala?

Misalnya, betapa banyaknya kita memilih melanjutkan mengerjakan tugas dengan alasan “tinggal sebentar lagi atau sedikit lagi” ketika Adzan sudah berkumandang? Kita lupa, bahwa Allah yang memudahkan kita mengerjakannya lah yang sedang memanggil kita.

Silahkan teman-teman renungi kembali, betapa banyak kita menginginkan kebaikan, namun di kala itu kita melakukan kemaksiatan kepada Allah ta’ala.

Kedua,
Betapa banyaknya kita mencela guru kita (Dosen)?

Harusnya kita memahami bahwa, dosen yang kita anggap keras itu, yang kita anggap jahat itu (Misalnya memberikan banyak tugas) tidak lain menginginkan kebaikan untuk kita. Bukankah ia pernah menjadi seorang mahasiswa juga? Akankah ia mengulang kesalahan yang pernah ia lakukan atau ketahui di masa lalunya? Barangkali tidak, dan bahkan tidak mungkin.

Maka, patutlah kita mengedepankan prasangka baik terhadap Dosen yang mengajari kita. Tanamkanlah kepada hati-hati kita, bahwa beliau tentu menginginkan kebaikan untuk kita, sehingga kita menerima pengajarannya dengan lebih tenang dan tenteram.

Barangkali di tulisan yang pertama ini cukup sebagai pembuka, semoga di kemudian hari ada tulisan lain yang dapat bermanfaat.

Dan sebagai penutup, terdapat sebuah kalimat yang terus menghiasi pikiran penulis dari sejak mendengarnya hingga saat ini (Alhamdulillah), dan kalimat yang membawa untuk banyak melakukan kebaikan. Kalimat itu adalah sebuah kalimat yang keluar dari ucapan seorang Ustadz (Ustadz Mizan Qudsyiah) pada sebuah jeda kajian yang diambil dari Kitabullah (Al-Quran) yang patut untuk kita perhatikan bersama. Kalimat itu adalah:

“Jika kalian tolong agama Allah, Allah tolong kalian”

Semoga yang sedikit ini bermanfaat, kurang lebihnya penulis memohon ampun kepada Allah ta’ala.

Wallahu a’lam

Advertisements

2 thoughts on “Bagaimana Harusnya Menjadi Mahasiswa?

  1. Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh, tulisan yg cukup keren, mengingatkan kembali pada tujuan awal kita mencari ilmu ada yg sampe harus ke kota lain..
    Tp klo boleh saran, redaksional lebih diteliti lg jikalau ada yg kelebihan kata dan sebagainya. Cool

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s