Kerinduan yang Terobati

Bismillah,

Di tulisan yang ketiga ini, saya ingin berbagi kisah tentang apa yang saya temui pada suatu acara pengajian yang diisi oleh Ustadz Abu Unaisah Abdul Hakim bin Amir Abdat hafidzahullah di Masjid Agung Sleman beberapa waktu yang lalu.

Berawal dari kisah saya mengenal beliau hafizhahullah di masa kecil saya[1], namun teramat jarang dapat bertemu dengan beliau di majelis ilmu. Karena qadarullah beliau bertempat tinggal jauh dengan tempat tinggal saya. Sehingga, rasa kerinduan yang teramat besar untuk bertemu dengan beliau kadang sering muncul di lubuk hati yang teramat dalam. Kerinduan untuk bertemu seorang alim, yang mengajarkan ilmu untuk menjadi bekal hidup di dunia dan akhirat.

Hari itu, beberapa hari setelah Lombok dilanda musibah gempa. Terdengar kabar bahwa beberapa Ustadz akan datang untuk mengisi pengajian di sana, termasuk di antaranya Ustadz Abu Unaisah Abdul Hakim bin Amir Abdat yang saya rindukan untuk bertemu dengannya. Akan tetapi, qadarullah saya lagi-lagi tidak dapat berjumpa dengan beliau ketika beliau hadir di tanah kelahiran saya (Lombok).

Kemudian, di hari yang lain terdengar kabar bahwa beliau hafidzahullah akan datang mengisi pengajian di Yogyakarta. Dan teramat bahagia rasanya ketika mendengar kabar tentang hal itu. Alhamdulillah, kerinduan yang telah lama tumbuh akhirnya dapat terobati. Dari sana, saya mulai mempersiapkan bekal untuk dapat hadir dengan baik pada pengajian itu, seperti membeli buku yang akan dibahas dan membacanya terlebih dahulu sebelum pengajian dilaksanakan. Saya tidak ingin menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga ketika duduk di majelis beliau hafidzahullah.

Akhirnya, tibalah hari dimana pengajian dan kerinduan akan terobati. Hari itu Sabtu 25 Safar 1440 H, bertepatan dengan tanggal 3 November 2018. Pengajian sesi pertama dilaksanakan di Masjid Agung Sleman dan dijadwalkan mulai pukul 08:30 – 11:30 WIB.

Sebelum Ustadz menyampaikan ceramahnya, panitia pengajian menyampaikan beberapa pengumuman. Dan disinilah inti dari kisah yang akan kita sampaikan.

Beberapa pengumuman adalah pengumuman yang telah biasa di setiap pengajian, misalnya tentang menjaga kebersihan masjid, dilarang merekam pengajian selain dari panitia dan lain sebagainya.

Akan tetapi, sebuah pengumuman yang tak biasa terdengar muncul dan lantas membuat saya tersentak kaget adalah ketika panitia mengumumkan bahwa, rekaman kajian akan diperiksa terlebih dahulu oleh Ustadz baru akan dipublikasikan. Karena, barangkali ada suatu kesalahan atau yang semisalnya yang beliau sampaikan secara tidak sengaja. Sehingga dapat diperbaiki terlebih dahulu.

MasyaAllah, masyaAllah…

Tidak pernah saya temukan seorang alim di setiap pengajian yang saya hadiri bersikap seperti itu. Maka saya katakan kepada diri saya sendiri, “Hai Nur” dirimu tidak salah menempatkan kerinduan kepada seorang alim selama ini. Maka berbahagialah engkau.

Bagaimana tidak?

Di zaman yang serba digital saat ini, bahkan di kala banyaknya pengajian yang disiarkan secara langsung. Tak pernah terlintas dalam hati dan pikiran akan hal yang besar itu.

Sementara, di sisi yang lain ada pula orang-orang yang tidak mengenal beliau dengan baik bahkan mencela beliau hafidzahullah. Semoga Allah memberikan beliau umur yang panjang dan dalam ketaatan kepada Allah azza wa jalla. Aamiin.

Demikian tulisan singkat kali ini, semoga dapat bermanfaat untuk penulis dan pembaca sekalian. Lebih dan kurangnya penulis memohon ampun kepada Allah azza wa jalla.

Sekian.

Wallahu a’lam

Footnote:
[1] Bukan saling mengenal, tapi saya mengenal beliau dari ceramah-ceramah beliau.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s